Joged Heboh Erotis Mesum Bali

Bekal tari Bali-nya hanya alakadarnya. Menu yang diumbar adalah ”goyang maut”. Inul pun kalah. Begitulah pementasan tari Joged di sebuah desa di Kabupaten Buleleng dalam VCD ”Joged Goyang Maut” yang kini menghebohkan Bali. Seni yang digolongkan tari pergaulan muda-mudi Bali ini kian mirip tontonan jorok striptease. Bedanya, bila striptease memperagakan gerakan sensual dan erotis dengan berbugil, penari Joged masih terbungkus kostum tari Bali. Cuma, kendati berpakaian lengkap, gerak tubuh yang dipamerkan sungguh serem, porno. Bila ada para pengibing yang hanyut melakukan gerakan porno, para penari itu kian melayaninya. Dan sering pada akhir tarian, para penari Joged itu dengan agresif menghadiahkan kenang-kenangan kecupan di bibir dan pipi pengibingnya. Weleh! Ironisnya, kendati secara moralitas dan religio-estetik dilecehkan, kenyataannya Joged yang tampil dengan menu utama goyang pornonya malah kini murah rezeki. Cercaan sebagian masyarakat justru kian membuat Joged porno itu melambung laris.

Joged jaruh (cabul) kini memang sedang menggoyang Bali. Penampilannya yang dulu agak malu-malu dan lugu mungkin sudah ditinggalkan. Para penari Joged itu kini lumrah membius penonton dengan senyumnya nan sensual, ditingkah ekspresi mendesah erotis dengan megal-megal sekujur tubuh yang amat binalnya, membuat penonton — pria khususnya — tertantang, dan penonton wanita tersipu.

Tontonan Joged sejak dulu memang sangat digandrungi dan begitu merakyat di Bali. Riuh dan semarak dengan sorak-sorai adalah suasana yang menjadi ciri pertunjukan Joged. Aktivitas atau antusiasisme tinggi mengemuka dari para penonton pria. Tapi dalam ingar-bingar tontonan ini, tak jarang pecah menjadi keributan fisik.

Misalnya bila seorang penari Joged harus berhadapan dengan pengibing brutal yang tak peduli dengan kesopanan. Seorang penari Joged hanya bisa merintih dan menangis tersebut bila mendapat perlakuan yang demikian tak senonoh. Para penari Joged masa kini kiranya tak perlu merintih dan menangis lagi. Joged porno yang marak belakangan ini justru banyak mempermalukan bahkan membuat kecut para penghobi ngibing. Superioritas yang dulu diperlihatkan kaum pria kala ngibing kini kandas oleh agresivitas porno para penari Joged. Jika dulu menjadi suatu kebanggaan bila mampu mendaratkan sebuah ciuman pada seorang penari Joged, sebaliknya kini justru para pengibing sepertinya berusaha menghindar atau mungkin merasa kalah bila sempat dicium oleh penari Joged porno.

Tari Joged kini tinggal selangkah lagi untuk disejajarkan dengan tari striptease. Tinggal melorotkan busana tarinya saja. Sebab secara tata gerak, Joged sudah lumayan porno. Di tengah kian permisifnya masyarakat kita terhadap bebasnya komodifikasi pornografi, bisa jadi bukan suatu yang mengejutkan nantinya bila penampilan tari Joged di tengah masyarakat Bali akan melenggang berani, melepas kain dan bajunya satu per satu. Bukankah celana dalamnya kini sudah dipamer-pamerkan?

Sumber: Gatra & Balipost

tari joged erotis erotik porno

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: