“KITA SUDAH KEBANYAKAN ARTIS”

Bangsa Indonesia di ambang kehancuran. Tinggal sedikit orang yang sadar dan memiliki keinginan besar untuk mengubah nasib bangsa ini. Semua orang hanya berpikir bagaimana agar dirinya sukses, kaya dan terkenal. Jarang sekali mereka berpikir bagaimana bangsa ini dapat bangkit dari keterpurukan dan menjadi bangsa yang disegani di dunia.

Keterpurukan bangsa ini dapat kita lihat dengan semakin besarnya kesenjangan antara orang ‘kaya’ dan orang ‘miskin’ selain itu kita juga bisa melihat bahwa semakin banyaknya orang-orang yang memilih kerja di bidang entertainment baik menjadi artis, penyanyi, penari, dsb.

Apa hubungannya antara banyaknya artis dan keterpurukan bangsa ini? Kita bisa lihat bahwa Indonesia saat ini memiliki angka kemiskinan yang cukup tinggi, tingkat pendidikan yang sangat rendah, kondisi keamanan yang belum stabil, angka pengangguran dan kriminal tinggi, dsb. Lalu pertanyaannya apakah dengan banyaknya artis akan bisa menyelesaikan itu semua?? Nothing!, walaupun memilki wajah cantik dan suara bagus tetap saja itu semua tak akan bisa mengurangi angka kemiskinan.

Di sini saya tidak mendiskreditkan artis dan selebritis, hanya saya ingin menyampaikan bagaimana seharusnya seni itu berperan dalam sebuah pembangunan suatu bangsa dan negara.

Kita sebagai bangsa yang masih berkembang tentunya dihadapkan pada masalah-masalah yang sangat banyak dan rumit dan tugas kita adalah menyelesaikan semua masalah tersebut untuk sampai pada tingkat selanjutnya yaitu menjadi negara maju. Saat kita telah maju inilah seni baru mendapatkan peran yang seluas-luasnya karena kebutuhan ‘pokok’ manusia (makan, tempat tinggal, pekerjaan, dsb.) sudah terpenuhi.

Sedangkan keadaan kita saat ini, di mana-mana selalu ada panggung untuk konser, bazar, festival, dan ajang hura-hura lainnya. Pernahkah kita berpikir saat kita ‘berajojing’ atau ber-’mosing’ ria bahwa sebenarnya di luar sana masih banyak orang yang kelaparan dan butuh bantuan kita.

“AH, MASA BODOH YANG PENTING GUA SENENG!!”

Yah, itulah mungkin yang terlintas di benak mereka yang salah dalam memandang arti sebuah seni sehingga melupakan keadaan di sekitarnya yang sebenarnya porak-poranda.

Sumber:
http://geowana.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: